Rabu, 26 Oktober 2016
Usaha Dan Jerih Payah Valentino Rossi Dalam Menambah Gelar Juara
Umur Valentino Rossi memanglah tak akan muda serta ia terdaftar sebagai pembalap paling tua yang masihlah aktif di lintasan Moto GP sekarang ini.
Walau sekian, Rossi yang lekat dengan nomer 46, masihlah tampak begitu nikmati balapan. Ambisinya untuk mencapai gelar juara juga masihlah menggebu-gebu melalui Yamaha YZR-MI yang ditungganginya.
Performa pembalap asal Italia kelahiran Urbino, Italia, 16 Februari 1979 ini masihlah ciamik di lintasan, nyaris sama waktu dianya masihlah dibawah umur 30 th.. Ketekunan dalam meningkatkan kecepatan motor serta stamina yang dipunyainya, tidak kalah saing dengan pembalap-pembalap muda yang lain.
Untuk saya, Rossi yaitu seseorang entertainer yang senantiasa dapat memberi tontonan menarik serta bikin bangga Rossifummi dengan manuvernya dalam menaklukkan pembalap yang lain. Saat sukses mencetak kemenangan juga, Rossi tidak lupa sharing kesenangan dengan selebrasi unik yang menarik perhatian.
Dengan pengalaman, talenta serta kecerdasan yang dipunyainya dalam meningkatkan si kuda besi, rasa-rasanya mengharapkan supaya Rossi tidak pernah pensiun dari pertandingan MotoGP. Hingga saya juga dapat selalu nikmati sajian Moto GP dengan selalu mensupport Rossi di tiap-tiap pertandingan, walau cuma melihat dari monitor tv.
Performa Rossi memanglah pernah alami penurunan pada th. 2011-2012 waktu ia berhimpun dengan tim Ducati. Tetapi waktu ia kembali berhimpun dengan Yamaha pada 2013, Rossi kembali bangkit. Walau belum kembali mencapai gelar juara, Rossi yang telah tidak lagi muda, kembali ke tampilan terbaiknya. Ia sekian kali mengagetkan pembalap-pembalap muda yang lain hingga mencapai runner up pada Moto GP 2014 serta 2015.
Rossi sekarang ini begitu berambisi menggenapkan gelar juara dunia yang sudah dicapainya. Keseluruhan pembalap eksentrik ini membukukan 9 gelar juara dunia, sekali di kelas 125cc pada th. 1997, sekali di kelas 250cc (1999), serta tujuh kali juara dunia di kelas puncak 500cc/MotoGP (2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008 serta 2009)
Peluang Valentino Rossi memberi koleksi gelar juara dunia balap motor di kelas paling utama, masihlah terbuka lebar. Rossi masihlah turut berkompetisi di Moto GP sampai akhir musim 2018, sesudah resmi perpanjang kontraknya dengan Yamaha.
Walau usianya tidak lagi muda, tak tutup peluang untuk pria 37 th. yang sering disapa The Doctor ini, dapat menyamakan atau mungkin saja melebihi catatan gelar juara dunia yang dipunyai Giacomo Agostini untuk kelas paling utama.
Agostini terdaftar mencapai delapan gelar juara dunia di kelas paling utama dengan menyatukan 122 kemenangan yang sampai saat ini belum dapat teratasi.
Sedang Rossi baru memperoleh tujuh gelar juara dunia di kelas paling utama serta menyatukan 114 kemenangan sesudah sukses finis di posisi pertama pada GP Catalunya, 4 Juni 2016 lantas.
Kesempatan Rossi menyamakan Agostini, sejatinya hampir dicapainya pada musim MotoGP 2015, misal saja dianya tak ikut serta insiden dengan Marc Marquez di seri GP Sepang.
Mengakibatkan Rossi yang telah ada di puncak klassemen sesaat dengan perolehan 312 poin, terpaut selisih 8 poin dengan Jorge Lorenzo, mesti mengawali start dari posisi paling belakang sebagai hukuman serta senang finis di posisi empat dalam seri paling akhir di GP Spanyol. Gelar juara dunia MotoGP 2015 juga dicapai Lorenzo yang waktu itu finis di urutan pertama.
Kekalahan yang menyakitkan itu, diharap Rossi dapat terobati dengan jadi juara dunia pada musim Moto GP 2016 ini.
Namun sayang, harapannya itu banyak temukan banyak kendala. Sampai 12 seri jalan, Rossi baru enam kali naik podium. 2 x untuk podium 1 di GP Spanyol serta Catalunya, tiga kali untuk podium 2 di GP Argentina, Prancis, Rep. Ceko, serta 1 kali untuk podium 3 di GP Inggris.
Mirisnya, ia telah tiga kali alami tidak berhasil finis yang bikin perolehan nilainya kurang memuaskan. Saat ini, Rossi yang ada di urutan ke-2 klassemen dengan perolehan sesaat 160 poin, mesti berjuang keras memperpendek jarak 50 poin dari Marquez yang ada di puncak klassemen dengan perolehan 210 poin.
Agak berat memanglah, namun apa pun dapat berlangsung dalam satu lintasan. Terlebih histori mencatat, ada pembalap yang dapat memenangkan gelar juara dunia sesudah tiga kali tidak berhasil finis, yaitu legenda balap 500cc th. 90’an, Mick Doohan.
Sekurang-kurangnya, untuk jadi besar kesempatan mencapai juara dunia pada musim Moto GP2016, Rossi mesti selalu masuk podium serta mengharapkan Marquez tidak berhasil finis paling sedikit dua seri pada enam seri yang tersisa. Jikalau gagal mencapai juara musim 2016, Rossi mesti belajar dari pengalaman untuk dua musim tersisa.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar